Mari Belajar Investasi

Posted: August 9, 2009 in Investasi
marketresearchPada umumnya masyarakat Indonesia masih belum mengenal dan memahami arti pentingnya berinvestasi khususnya di pasar modal atau pasar uang dalam bentuk instrumen keuangan yang berpotensi menambah kesejahteraannya. Sebagian besar masyarakat hanyalah “investor penabung” atau dalam bentuk aset tetap seperti properti belaka.

Namun hal ini dinilai wajar karena belum memahami resiko dan keuntungannya dengan benar mengenai apa dan bagaimana investasi di pasar modal melalui efek yang dapat diperjual-belikan secara cepat dengan biaya likuidasi yang rendah.

Investasi di pasar modal atau pasar uang lainnya memiliki resiko yang besar jika kita tidak memahami dan tidak mempunyai informasi tentang aset yang kita beli serta economic trends. Apalagi jika investasi dijadikan ajang spekulasi semata.

Disamping itu, pasar modal merupakan bagian dari sistem arsitektur keuangan global yang setiap saat menghadapi ketidakpastian (uncertainty) dalam bentuk ekonomi, geopolitik, sosial, persepsi pakar keuangan dan moral implication lainnya.

Tahu resikonya..tahu caranya tahu pula keuntungannya.

MENGAPA PERLU BERINVESTASI?

Setiap orang perlu berinvestasi karena nilai uang yang ia miliki akan selalu menyusut tergerus inflasi. Nah, agar uang kita selalu berbiak, kita harus mencari instrumen-instrumen investasi yang bisa mengalahkan inflasi itu. Karenanya, jangan berpuas diri jika Anda hanya menempatkan duit Anda di deposito. Sebab, deposito sering tak bisa mengalahkan inflasi.

Yang pertama, kita perlu melakukan investasi karena kita pasti memiliki kebutuhan-kebutuhan (needs) maupun keinginan-keinginan (wants) yang jumlahnya sangat banyak. Nah, sebagian kebutuhan atau keinginan itu tak akan bisa terpenuhi jika kita hanya mengandalkan arus dana dari gaji saja. Kebutuhan atau keinginan inilah yang sering disebut sebagai tujuan investasi.

Tujuan investasi ini bisa berupa hal yang sangat sederhana, tapi bisa juga hal yang sangat muluk. Sebagai contoh, kita ambil tujuan yang tengah-tengah saja. Misalnya, Anda ingin membeli sebuah mobil baru seharga Rp 100 juta. Jika gaji Anda sebulan sekitar Rp 6 juta dan Anda hanya bisa menyisihkan dana Rp 1 juta per bulan, artinya Anda membutuhkan waktu 100 bulan untuk bisa mengumpulkan Rp 100 juta. Dengan menginvestasikan uang itu, misalnya di instrumen reksadana, mobil itu kemungkinan besar akan terbeli lebih cepat. Soalnya, duit yang kita investasikan itu tidak mandek, tapi terus berbiak.

Nah, agar investasi Anda lebih fokus, para perencana keuangan sering menganjurkan agar Anda menetapkan tujuan investasi terlebih dahulu sebelum benar-benar melakukan investasi. Tujuan investasi itu harus dirumuskan secara jelas; termasuk juga jangka waktunya. Misalnya: “Saya ingin membeli rumah seharga Rp 150 juta lima tahun lagi”. Jika tujuan investasi sudah jelas, Anda tinggal mencari instrumen investasi yang paling pas untuk mencapai tujuan investasi itu.

Selain karena ada tujuan investasi, yang kedua, kita juga perlu berinvestasi karena duit kita selalu terpapar kepada inflasi. Selama ada inflasi atau kenaikan harga-harga, nilai uang akan selalu merosot. Nah, agar nilai uang kita tidak tergerus inflasi, kita harus melakukan investasi.

Idealnya tentu saja kita harus mencari instrumen investasi yang bisa memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi. Dengan begitu, nilai uang kita akan selalu tumbuh.

Karenanya, para pakar menilai deposito di bank tak masuk kategori investasi. Sebab, setelah dipotong pajak, bunga deposito itu biasanya belum mampu menutup inflasi. Ini berbeda dengan saham, obligasi, reksadana, atau properti yang sering bisa mengalahkan inflasi.

http://www.kontan.co.id
Education of Investment Forum

Comments
  1. er-mAn says:

    ada kiat-kiat atau prosedur prakteknya g?

  2. arifin_lp says:

    Pada dasarnya kiat-kiat maupun prosedur praktek tentu harus kita kembalikan lagi kepada tujuan dari investasi itu sendiri dan tak lupa sesuaikan dengan profil resiko kita sehingga kita tidak salah memilih instrumen investasi.
    Untuk reksadana anda bisa ikuti portalreksadana.com atau infovesta.com.
    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s