Waspadai Penipuan Modus Cek

Posted: August 14, 2009 in Umum

Selamat pagi rekans,

penipuan1

Pagi ini saya mendapat telepon dari seorang rekan lama. Biasa lah, setelah sedikit membahas kisah masa lalu baru akhirnya dia mengutarakan maksud dan tujuan menghubungi saya. Singkatnya, dia baru saja menemukan selembar cek kontan. (spontan saya teringat modus-modus yang sedang marak…) Jumlahnya tentu sangat menggugah keinginan kita untuk mencairkannya. Tapi sabar dulu bung, kalaupun cek itu memang benar adanya (memang benar milik perusahaan/seseorang yang memang ada) dan itu juga kalau uangnya ada…tidaklah mudah untuk siapapun penemunya dapat mencairkan cek tersebut (prosedur bank). Dalam cek tersebut tertulis / terbilang dua milyard empat ratus lima puluh juta rupiah. Iya, Rp. 2.450.000.000,-. Jumlah yang besar untuk selembar cek yang dengan teledornya hilang (dengan sengaja – red). Setelah saya tanyakan informasi apa saja yang tertulis di cek tersebut dia langsung menyebutkan nama sebuah perusahaan yaitu PT. Nico Graha Pavindo yang beralamat di Surabaya. Cukup dapat saya mengerti harapan yang ada dalam benak rekan saya tersebut selaku penemu cek itu. “Bro nanti kita bagi-bagi lah bro…!” begitu katanya. Hmmm, siapa sih yang mau nolak uang segitu.. Saya hanya mengingatkan bahwa ada modus baru yang berkembang semacam ini. Pura-pura kehilangan surat/dokumen berharga termasuk cek dengan harapan penemu mengembalikan dan diberikan uang tanda jasa. Modus sudah mulai berevolusi karena modus serupa sebelumnya tercantum nomor telepon di balik cek agar dapat dihubungi. Tapi, pada kasus rekan saya tidak ada nomor telepon selain nama perusahaan, nominal, nama pemilik rekening. Sehingga, kalaupun ingin mengembalikannya harus mencari informasi nomor dari perusahaan tersebut. Istilahnya, jadi detektif conan-conanan gitu loh.

Beruntung, ada paman Google. Aha, benar dugaan saya. Saya menemukan banyak postingan di Google mengenai PT. Nico Graha Pavindo, dan semuanya berisikan penipuan.

nico graha pavindo

Dari Google juga saya menemukan bahwa modus penipuan seperti ini telah tersebar di berbagai kota. Semoga kita dapat dengan bijak dan cermat dalam bertindak.  Waspadalah.

Berikut kutipan dari WASPADA ONLINE

PALU –  Sebuah modus penipuan gaya baru dengan maksud menguras uang tabungan di bank milik korbannya sedang marak terjadi di Kota
Palu, tidak tertutup kemungkinan modus serupa akan menyebar ke kota lain di Indonesia.

Warga Kota Palu di Sulawesi Tengah dihimbau untuk mewaspadai penipuan gaya baru dengan memanfaatkan dokumen berharga tapi palsu, karena cara yang dikembangkan oknum pelakunya itu dapat dengan mudah mengecoh seseorang untuk menjadi korban.

“Sudah adabeberapa warga yang menjadi korban melaporkan kepada pihak kami mengenai penipuan gaya baru ini, dan polisi tengah melakukan penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Stefanus MT SIK kepada ANTARA di Palu, Sabtu.

Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan pelaku yaitu sengaja meletakkan amplop surat berisi sejumlah dokumen penting di tempat tertentu, terutama pada teras rumah warga yang kategori mewah.

Pada amplop surat itu terdapat logo PT Nico Graha Pavindo beralamat di Jalan Kerta Jaya Timur 14 C-9 Surabaya, dan di bagian bawahnya bertuliskan “Dokumen Penting”.

Sementara isi amplop tersebut terdapat selembar kertas cek BRI Cabang Manokwari bernilai Rp4.700.000.000 beserta Surat Keterangan Tanah yang diterbitkan oleh BPN Kabupaten Manokwari serta dibubuhi stempel resmi dan tandatangan pejabat setempat.

Selain itu, terdapat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atas nama PT Nico Graha Pavindo yang diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

“Dengan bukti beberapa dokumen penting itulah mengakibatkan banyak warga tertipu karena mengira dokumen ini asli, padahal setelah kami melakukan pelacakan semua isi amplop itu hanya rekayasa belaka,” kata dia.

Masih, menurut Stefanus, si penemu dokumen penting yang dikemas dalam amplop bersegel tapi mudah dibuka itu merasa terpanggil untuk mengembalikan kepada pemiliknya dengan menghubungi nomor telepon yang tertera di dalamnya.

Si penerimatelepon yang dihubungi itu kemudian menyatakan sangat berterima kasih kepadapenemunya.

“Dari sini pelaku yang sudah mendapatkan mangsa mulai mengiming-imingi calon korban yang berniat mengembalikan semua dokumen tersebut dengan memberikan uang ucapan terima kasih senilai Rp100 juta,” tuturnya.

Tapi, lanjut dia, setelah itu pelaku kemudian meminta nomor rekening bank milik calon korban guna mentrasfer sebagian uang ucapan terima kasih yang dijanjikannya, sedangkan sisa uang lagi akan diserahkan langsung oleh seseorang yang segera diperintahkan pelaku sekaligus mengambil dokumen temuan itu.

Stefanus mengatakan, dari beberapa korban yang dimintai keterangan oleh polisi, ternyata uang muka untuk ucapan terima kasih yang dijanjikan oleh pelaku tidak pernahmasuk ke rekening korban.

Akhirnya, para korban kembali menghubungi si pelaku melalui telepon untukmengkonfirmasikan kembali pengiriman uang yang gagal tersebut.

Lagi-lagi, katanya lanjut, si pelaku dengan akal-bulusnya berkilah kalau pengiriman uang muka ucapan terima kasih itu belum berhasil terkirim karena terjadi gangguan sistem tranfer di mesin ATM.

Untuk meyakinkan calon korbannya mengenai kondisi jaringan pengiriman di mesin ATM tersebut, si pelaku kemudian menyuruh mereka mencoba mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening bank yang sudah diberikan dan bahkan pelaku pun sampai ikut menuntun cara-cara pengirimannya.

“Ada beberapa korban sudah mentransfer uang jutaan rupiah seperti yang diminta pelaku, dan ternyata belakangan mereka menyadari kalau semua itu hanya merupakan penipuan belaka,” katanya.

Stefanus mencurigai modus penipuan semacam ini sudah berkembang selama beberapa bulan terakhir di Palu, sehingga ia berharap mereka yang merasa dirugikan segera melaporkan ke instansi kepolisian terdekat guna dilakukan pengusutan.

Kota Palu dan banyak kota kabupaten di Provinsi Sulteng sebelumnya marak dengan penipuan dengan modus operandi “penerima undian mobil” dan korbannya diminta menghirimkan uang untuk biaya pengiriman barang serta untuk kepentingan membayar pajak.

Salam

arifin_lp

PALU –  Sebuah modus penipuan gaya baru dengan maksud
mensuras uang tabungan di bank milik korbannya sedang marak terjadi di Kota
Palu, tidak tertutup kemungkinan modus serupa akan menyebar ke kota lain di
Indonesia.

Warga Kota Palu
di Sulawesi Tengah dihimbau untuk mewaspadai penipuan gaya baru dengan
memanfaatkan dokumen berharga tapi palsu, karena cara yang dikembangkan oknum
pelakunya itu dapat dengan mudah mengecoh seseorang untuk menjadi korban.

“Sudah ada
beberapa warga yang menjadi korban melaporkan kepada pihak kami mengenai
penipuan gaya baru ini, dan polisi tengah melakukan penyelidikan,” kata
Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Stefanus MT SIK kepada ANTARA di Palu, Sabtu.

Ia menjelaskan,
modus operandi yang dilakukan pelaku yaitu sengaja meletakkan amplop surat
berisi sejumlah dokumen penting di tempat tertentu, terutama pada teras rumah
warga yang kategori mewah.

Pada amplop surat
itu terdapat logo PT Nico Graha Pavindo beralamat di Jalan Kerta Jaya Timur 14
C-9 Surabaya, dan di bagian bawahnya bertuliskan “Dokumen Penting”.

Sementara isi
amplop tersebut terdapat selembar kertas cek BRI Cabang Manokwari bernilai
Rp4.700.000.000 beserta Surat Keterangan Tanah yang diterbitkan oleh BPN
Kabupaten Manokwari serta dibubuhi stempel resmi dan tandatangan pejabat
setempat.

Selain itu,
terdapat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atas nama PT Nico Graha Pavindo
yang diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

“Dengan
bukti beberapa dokumen penting itulah mengakibatkan banyak warga tertipu karena
mengira dokumen ini asli, padahal setelah kami melakukan pelacakan semua isi
amplop itu hanya rekayasa belaka,” kata dia.

Masih, menurut
Stefanus, si penemu dokumen penting yang dikemas dalam amplop bersegel tapi
mudah dibuka itu merasa terpanggil untuk mengembalikan kepada pemiliknya dengan
menghubungi nomor telepon yang tertera di dalamnya.

Si penerima
telepon yang dihubungi itu kemudian menyatakan sangat berterima kasih kepada
penemunya.

“Dari sini
pelaku yang sudah mendapatkan mangsa mulai mengiming-imingi calon korban yang
berniat mengembalikan semua dokumen tersebut dengan memberikan uang ucapan
terima kasih senilai Rp100 juta,” tuturnya.

Tapi, lanjut dia,
setelah itu pelaku kemudian meminta nomor rekening bank milik calon korban guna
mentrasfer sebagian uang ucapan terima kasih yang dijanjikannya, sedangkan sisa
uang lagi akan diserahkan langsung oleh seseorang yang segera diperintahkan
pelaku sekaligus mengambil dokumen temuan itu.

Stefanus
mengatakan, dari beberapa korban yang dimintai keterangan oleh polisi, ternyata
uang muka untuk ucapan terima kasih yang dijanjikan oleh pelaku tidak pernah
masuk ke rekening korban.

Akhirnya, para
korban kembali menghubungi si pelaku melalui telepon untukmengkonfirmasikan
kembali pengiriman uang yang gagal tersebut.

Lagi-lagi,
katanya lanjut, si pelaku dengan akal-bulusnya berkilah kalau pengiriman uang
muka ucapan terima kasih itu belum berhasil terkirim karena terjadi gangguan
sistem tranfer di mesin ATM.

Untuk meyakinkan
calon korbannya mengenai kondisi jaringan pengiriman di mesin ATM tersebut, si
pelaku kemudian menyuruh mereka mencoba mentransfer sejumlah uang ke nomor
rekening bank yang sudah diberikan dan bahkan pelaku pun sampai ikut menuntun
cara-cara pengirimannya.

“Ada beberapa
korban sudah mentransfer uang jutaan rupiah seperti yang diminta pelaku, dan
ternyata belakangan mereka menyadari kalau semua itu hanya merupakan penipuan
belaka,” katanya.

Stefanus
mencurigai modus penipuan semacam ini sudah berkembang selama beberapa bulan
terakhir di Palu, sehingga ia berharap mereka yang merasa dirugikan segera
melaporkan ke instansi kepolisian terdekat guna dilakukan pengusutan.

Kota Palu dan
banyak kota kabupaten di Provinsi Sulteng sebelumnya marak dengan penipuan
dengan modus operandi “penerima undian mobil” dan korbannya diminta
menghirimkan uang untuk biaya pengiriman barang serta untuk kepentingan
membayar pajak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s